Oktober bagi sebagian
orang awam adalah bulan yang biasa-biasa saja seperti bulan yang lain. Begitu
pula dengan para pelajar ataupun orang yang pernah mengenyam pendidikan, bulan
Oktober adalah bulan yang biasa meskipun mereka tahu bahwa di bulan ini ada
sebuah peristiwa sejarah besar bagi bangsa Indonesia. Ya peristiwaitu adalah
Soempah Pemoeda (dibaca “Sumpah Pemuda”).
Akan tetapi bagi
mahasiswa di seluruh Indonesia terutama mereka yang memilih program studi Pendidikan
Bahasa dan Sastra Indonesia menganggap bulan Oktober adalah bulan yang sangat
istimewa. Pasalnya di bulan ini mereka merasa bangga akan Bahasa Indonesia yang
merupakan Bahasa yang mereka “otak-atik” di kampusnya. Selain itu juga karena
peristiwa penting Soempah Pemoeda.
Peristiwa Soempah
Pemoeda terjadi tepatnya pada tanggal 28 Oktober 1928. Di masa itu Soempah
Pemoeda menjadi sebuah bukti nyata bahwa pemuda/pemudi bangsa ini sangat
berpengaruh besar terhadap kedaulatan Negara Indonesia. Sebab, pada peristiwa
ini muda/mudi bangsa Indonesia dengan tegas mendeklarasikan pengakuan
Berbangsa, bertumpah darah, dan berbahasa satu yaitu Indonesia.
Untuk itulah di bulan
Oktober ini sangat bersejarah bagi bangsa kita. Di bulan ini pula Bahasa
Indonesia resmi dikukuhkan sebagai Bahasa persatuan yang menjadikan bangsa
Indonesia menjadi satu kesatuan yang utuh. Oleh karena itu, bulan Oktober juga
dikenal oleh kalangan Mahasiswa sebagai Bulan Bahasa.
Dalam rangka
memperingati bulan Bahasa, Universitas PGRI Semarang yang diprakarsai oleh
Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia mengadakan festival tahunan
Bulan Bahasa. Festival ini dilaksanakan di kampus 1 Universitas PGRI Semarang.
Acara dimulai pada pukul 09.00 WIB dan berakhir pada pukul 13.30 WIB.
Acara peringatan Bulan
Bahasa di isi oleh pementasan seni dari seluruh mahasiswa yang mengambil
program studi Bahasa. Mulai dari Bahasa Inggris, Bahasa Jawa, dan Bahasa
Indonesia tentunya.
Setelah acara selesai
di Universitas PGRI Semarang juga digelar sebuah pentas drama teater yang
dimainkan oleh mahasiswa yang tergabung dalam UKM Teater Gema. Pentas ini
dilaksanakan di depan Gedung Utama (GU) tepatnya di lapangan GU.
Di dalam drama ini mengisahkan tentang
bagaimana awal mula Soempah Pemuda itu digagas. Dimulai dari berbagai kisruh
yang terjadi di Negara ini dan akhirnya membuat para pemuda membuat suatu
pemikiran yang cemerlang dalam rangka menjaga keutuhan bangsa.
Di akhir pementasan
dibacakan 3 sumpah yang ada dalam Soempah Pemoeda. Dan seluruh mahasiswa di
minta untuk mengikuti sumpah tersebut. Hal ini bertujuan untuk mengajak kita
generasi muda penerus bangsa untuk tetap bersatu dalam keutuhan NKRI.
Semua acara yang
diadakan oleh pihak Universitas PGRI Semarang adalah kegiatan yang positif.
Kegiatan seperti inilah yang akan membentuk karakter bangsa kita yang saat ini
tengah mengalami degradasi mental.
Selain itu, acara
seperti ini juga mengingatkan kita tentang masa lalu. Masa-masa dimana para
pahlawan berjuang dengan caranya masing-masing, dan kita hanya diminta untuk
mengingatnya paling tidak, serta ikut berpartisipasi dalam peringatan hari-hari
bersejarah bangsa Indonesia.
Hal ini bertujuan
supaya kita selalu ingat akan jasa mereka. Karena merekalah kita bisa merdeka,
karena merekalah kita bisa makan dari hasil tanah Ibu Pertiwi. Orang Jawa
mengatakan “dewe iki mung gari ngurmati
jasane tok. Sembarang meh carane piye. Sing penting becik lakonane. Awake dewe
kudu gelem lan kudu nglakoni. Lha wong rak perlu melu perang mosok rak gelem?”.
“Wahai generasi muda,
bersumpahlah, berjanjilah, jaga keutuhan Bangsa kita, jaga kedaulatan bangsa
kita, jangan engkau perparah keadaan Negeri ini”.