Sejenak mata terbelalak
kala mengingat pementasan seni teater drama Jaka Tarub dan Balada Sumarah yang diselenggarakan di GP lantai 07
Universitas PGRI Semarang. Hati terasa terbuka setelah menyaksikan pentas
kesenian tersebut. Memang penampilan aktor dan aktris dalam acara pentas teater
belum begitu sempurna. Akan tetapi, jalan cerita yang seolah-olah memberi
pengajaran dalam hidup.
Seperti yang sudah di
paparkan dalam esai saudari Shesa eka yang berjudul “Teater Gema yang Menggema”
beliau menjelaskan pengisahan tokoh Tokoh Jaka tarub dan tokoh yang lainnya
secara detail mulai dari pertemuan Jaka Tarub dengan Nawang Wulan hingga mereka
berumah tangga dan memiliki anak, dan pada akhirnya terbongkarlah seluruh
kebohongan Jaka Tarub yang menyebabkan isterinya murka sehingga Jaka Tarub
ditinggal pergi oleh Nawang Wulan istrinya.
Tidak luput beliau juga
mengisahkan tentang Balada Sumarah sama detailnya seperti kisah Jaka Tarub.
Akan tetapi, saudari Sesha dalam esainya hanya
menceritakan ulang kisah yang telah dipentaskan saja.meskipun dalam
menceritakan sudah cukup detail namun, hal ini justru membuat tulisannya
terkesan tidak seperti sebuah esai, justru lebih kearah artikel yang isinya
cerita Jaka Tarub dan Balada Sumarah.
Dalam esai tersebut
tidak dituliskan bahwa dalam pementasan teater tersebut terdapat sangat banyak
pengajaran berharga yang bisa dipetik dan dijadikan acuan dalam menjalani
kehidupan.
Dalam pementasan teater
ini kita sebagai mahasiswa yang secara umum sudah memiliki pola pikir yang
menuju kearah kedewasaan, kita diarahkan untuk bisa mempelajari dan memetik
pengajaran yang secara tidak langsung ditunjukan para pemain.
Contoh dari pengajaran
yang bisa kita petik antara lain adalah mengenai kejujuran dalam hidup, Cinta
dan kasih sayang antar sesama, dan rasa tenggang rasa.
Selain itu, kita juga
diajarkan untuk bisa memanusiakan manusia. Maksudnya, kita tidak boleh
bertindak senonoh terhadap orang lain meskipun orang itu status sosialnya lebih
rendah daripada kita.
Jadi tujuan dari pementasan
teater yang di pentaskan di GP lantai 07
Universitas PGRI Semarang adalah kita harus bisa memetik pengajaran yang ada
baik itu buruk ataupun baik. Kita ambil semuanya dan kita saring serta kita pilah
mana yang bisa diterapkan dalam kehidupan kita.
Seperti bunga yang
semuanya bisa dipetik. akan tetapi, hanya bunga pilihanlah yang akan menghiasi
rumah kita, dan bunga tersebut juga akan
menjadi bagian dari hidup kita.
0 komentar:
Posting Komentar