UPGRIS BERSUMPAH, oleh : Isa Surya Aji

Minggu, 25 Desember 2016

Oktober bagi sebagian orang awam adalah bulan yang biasa-biasa saja seperti bulan yang lain. Begitu pula dengan para pelajar ataupun orang yang pernah mengenyam pendidikan, bulan Oktober adalah bulan yang biasa meskipun mereka tahu bahwa di bulan ini ada sebuah peristiwa sejarah besar bagi bangsa Indonesia. Ya peristiwaitu adalah Soempah Pemoeda (dibaca “Sumpah Pemuda”).

Akan tetapi bagi mahasiswa di seluruh Indonesia terutama mereka yang memilih program studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia menganggap bulan Oktober adalah bulan yang sangat istimewa. Pasalnya di bulan ini mereka merasa bangga akan Bahasa Indonesia yang merupakan Bahasa yang mereka “otak-atik” di kampusnya. Selain itu juga karena peristiwa penting Soempah Pemoeda.

Peristiwa Soempah Pemoeda terjadi tepatnya pada tanggal 28 Oktober 1928. Di masa itu Soempah Pemoeda menjadi sebuah bukti nyata bahwa pemuda/pemudi bangsa ini sangat berpengaruh besar terhadap kedaulatan Negara Indonesia. Sebab, pada peristiwa ini muda/mudi bangsa Indonesia dengan tegas mendeklarasikan pengakuan Berbangsa, bertumpah darah, dan berbahasa satu yaitu Indonesia.

Untuk itulah di bulan Oktober ini sangat bersejarah bagi bangsa kita. Di bulan ini pula Bahasa Indonesia resmi dikukuhkan sebagai Bahasa persatuan yang menjadikan bangsa Indonesia menjadi satu kesatuan yang utuh. Oleh karena itu, bulan Oktober juga dikenal oleh kalangan Mahasiswa sebagai Bulan Bahasa.

Dalam rangka memperingati bulan Bahasa, Universitas PGRI Semarang yang diprakarsai oleh Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia mengadakan festival tahunan Bulan Bahasa. Festival ini dilaksanakan di kampus 1 Universitas PGRI Semarang. Acara dimulai pada pukul 09.00 WIB dan berakhir pada pukul 13.30 WIB.

Acara peringatan Bulan Bahasa di isi oleh pementasan seni dari seluruh mahasiswa yang mengambil program studi Bahasa. Mulai dari Bahasa Inggris, Bahasa Jawa, dan Bahasa Indonesia tentunya.
Setelah acara selesai di Universitas PGRI Semarang juga digelar sebuah pentas drama teater yang dimainkan oleh mahasiswa yang tergabung dalam UKM Teater Gema. Pentas ini dilaksanakan di depan Gedung Utama (GU) tepatnya di lapangan GU.

 Di dalam drama ini mengisahkan tentang bagaimana awal mula Soempah Pemuda itu digagas. Dimulai dari berbagai kisruh yang terjadi di Negara ini dan akhirnya membuat para pemuda membuat suatu pemikiran yang cemerlang dalam rangka menjaga keutuhan bangsa.

Di akhir pementasan dibacakan 3 sumpah yang ada dalam Soempah Pemoeda. Dan seluruh mahasiswa di minta untuk mengikuti sumpah tersebut. Hal ini bertujuan untuk mengajak kita generasi muda penerus bangsa untuk tetap bersatu dalam keutuhan NKRI.

Semua acara yang diadakan oleh pihak Universitas PGRI Semarang adalah kegiatan yang positif. Kegiatan seperti inilah yang akan membentuk karakter bangsa kita yang saat ini tengah mengalami degradasi mental.

Selain itu, acara seperti ini juga mengingatkan kita tentang masa lalu. Masa-masa dimana para pahlawan berjuang dengan caranya masing-masing, dan kita hanya diminta untuk mengingatnya paling tidak, serta ikut berpartisipasi dalam peringatan hari-hari bersejarah bangsa Indonesia.

Hal ini bertujuan supaya kita selalu ingat akan jasa mereka. Karena merekalah kita bisa merdeka, karena merekalah kita bisa makan dari hasil tanah Ibu Pertiwi. Orang Jawa mengatakan “dewe iki mung gari ngurmati jasane tok. Sembarang meh carane piye. Sing penting becik lakonane. Awake dewe kudu gelem lan kudu nglakoni. Lha wong rak perlu melu perang mosok rak gelem?”.
“Wahai generasi muda, bersumpahlah, berjanjilah, jaga keutuhan Bangsa kita, jaga kedaulatan bangsa kita, jangan engkau perparah keadaan Negeri ini”.

0 komentar:

Posting Komentar